Sabtu
04 April 2026
Abu Abdirrahman
29 Sep 2024, 19:24 pm

Keutamaan Berjumpa Bulan Ramadhan

Bismillah,

Alhamdulillah wash sholaatu was salaamu alaa rosuulillaah wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihi wa man waalah.

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia disisi Allah subhaanahu wa ta’aala . Bulan ramadhan adalah bulan yang dikenal dengan bulan ibadah, bulan ampunan, bulan yang diijabah-Nya doa-doa kaum muslimin, bulan yang diturunkannya Al-Qur’an, dan berbagai macam keutamaanya yang lain. Maka sungguh beruntung bagi siapa saja yang diberikan kenikmatan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala untuk bisa berjumpa dengan bulan ramadhan.

Sebagaimana yang di sebutkan didalam hadits, dari sahabat Tholhah bin Ubaidillah radhiyallahu ta’ala ‘anhu menceritakan,

أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِيٍّ قَدِمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِسْلَامُهُمَا جَمِيعًا

“Suatu ketika datang dua orang laki-laki dari Baliy ke kota madinah untuk menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian mereka menyatakan untuk masuk kepada agama islam secara bersamaan.”

فَكَانَ أَحَدُهُمَا أَشَدَّ اجْتِهَادًا مِنَ الْآخَرِ فَغَزَا الْمُجْتَهِدُ مِنْهُمَا فَاسْتُشْهِدَ ثُمَّ مَكَثَ الْآخَرُ بَعْدَهُ سَنَةً ثُمَّ تُوُفِّيَ

“Kemudian setelah mereka masuk islam, salah satu diantara keduanya ada yang lebih bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah daripada yang satunya. Suatu ketika, orang yang rajin beribadah tadi ikut berperang bersama nabi shallallahu ‘alahi wasallam dan dia pun mati syahid. Sedangkan kawannya yang satunya lagi tidak ikut berperang dan diberikan usia yang panjang oleh Allah subhanahu wata’ala yaitu satu tahun. Kemudian setelah 1 tahun itu, barulah dia meninggal dunia”

Lalu Tholhah bin ubaidillah radhiyallahu ‘anhu melanjutkan ceritanya,

فَرَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ بَيْنَا أَنَا عِنْدَ بَابِ الْجَنَّةِ إِذَا أَنَا بِهِمَا

“Pada suatu malam saya bermimpi, seolah-olah saya dan dua orang laki-laki tersebut berada di hadapan pintu surga.”

فَخَرَجَ خَارِجٌ مِنَ الْجَنَّةِ فَأَذِنَ لِلَّذِي تُوُفِّيَ الْآخِرَ مِنْهُمَا ثُمَّ خَرَجَ فَأَذِنَ لِلَّذِي اسْتُشْهِدَ

“Maka tak lama kemudian, ada sosok yang keluar dari dalam surga. Lalu mengizinkan orang yang tidak mati syahid tersebut untuk masuk kedalam surga duluan. Kemudian sosok itu keluar lagi dari dalam surga, barulah dia mengizinkan kepada orang yang mati syahid tersebut untuk masuk kedalam surga.”

ثُمَّ رَجَعَ إِلَيَّ فَقَالَ: ارْجِعْ فَإِنَّكَ لَمْ يَأْنِ لَكَ بَعْدُ

“Kemudian dia kembali menghampiri dan mengatakan, ‘Adapun engkau wahai tholhah, kembalilah! belum tiba giliranmu untuk hal ini’ ”.

فَأَصْبَحَ طَلْحَةُ يُحَدِّثُ بِهِ النَّاسَ فَعَجِبُوا لِذَلِكَ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَدَّثُوهُ الْحَدِيثَ

Maka pada pagi harinya Thalhah menceritakan mimpinya tersebut kepada para sahabat, mereka pun keheranan (bagaimana mungkin orang tidak mati syahid, dia lebih dahulu masuk ke dalam surga daripada yang mati syahid). Akhirnya hal tersebut sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mereka pun memberitahukannya kepada beliau. Apa jawaban nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ أَيِّ ذَلِكَ تَعْجَبُونَ؟

“Apa yang membuat kalian keheranan?”

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً؟ قَالُوا: بَلَى

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya, “Bukankah orang yang kedua (tidak mati syahid) tersebut dia diberikan tambahan usia 1 tahun oleh Allah subhanahu wa ta’ala daripada orang yang pertama (yang mati syahid)?” Para sahabat menjawab, “Benar.”.

قَالَ: وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ؟ قَالُوا: بَلَى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Bukankah orang yang kedua menjumpai bulan Ramadhan, lalu dia berpuasa, shalat demikian dan demikian, dengan melakukan sujud demikian dan demikian dalam setahun tersebut?” Para sahabat menjawab, “Benar.”

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, antara mereka berdua, jaraknya lebih jauh daripada langit dan bumi.”(HR. Ibnu Majah no. 3925. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3185)

Inilah keutamaan yang luar biasa bagi yang siapa saja yang bisa berjumpa dengan bulan ramadhan. Berdasarkan hadits diatas, kita bisa mengetahui bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan syahid di medan perang, dapat dilampaui oleh orang yang berhasil berjumpa dengan Ramadhan dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin di bulan Ramadhan tersebut. Itula mengapa semua amal sholih di bulan Ramadhan itu begitu istimewa ganjarannya.

Namun para ulama mengatakan, keutamaan ini hanya akan didapatkan oleh siapa saja yang betul-betul memanfaatkan bulan ramadhan dengan ibadah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala . Dia betul-betul menjalankan bulan ramadhan sebagaimana ramadhannya nabi muhammad shallallahu ‘alahi wasallam.

Maka apabila kita diberikan kenikmatan oleh Allah ta’ala untuk bisa berjumpa dengan bulan ramadhan, maka hendaklah kita manfaatkan bulan Ramadhan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Semoga Allah subhaanahu wa ta’ala memudahkan kita untuk meningkatkan dan memaksimalkan amalan-amalan sholih pada bulan Ramadhan.

Baarakallaahu fiikum.

Al faqir ilaa maghfiroti rabbihi

Blog Guru Lihat Semua
Dibaca 346x
Lainnya
SEKOLAH

IMAM SYAFI'I ISLAMIC SCHOOL PANGKALAN BUN

Jl. Ahmad Wongso RT 25 Kel. Madurejo, Kalimantan Tengah 74112

Ahmad Ghufron Mujib, Lc.

Pimpinan Sekolah
Editorial 01 Juli 2025

Visi dan Misi

Info Sekolah

IMAM SYAFI'I ISLAMIC SCHOOL PANGKALAN BUN

Jl. Ahmad Wongso RT 25 Kel. Madurejo, Kalimantan Tengah 74112
EMAIL imsispbun@gmail.com
WHATSAPP 6282353282401

JAM OPERASIONAL

TK
• Senin-Kamis: Pukul 07.00–10.30 WIB
• Jum'at: Pukul 07.00–09.30 WIB

SD & SMP
• Senin-Kamis: Pukul 07.00–15.00 WIB
• Jum'at: Pukul 07.00–10.30 WIB

PETA LOKASI